Rabu, 02 September 2009

I am [still] a dreamer

Dulu saya suka bermimpi.
Tentang mencari kebahagiaan, menemukan cinta sejati, dan menggapai masa depan.

Dalam mimpi semuanya tampak sempurna dimata saya. Padahal saya tahu mimpi itu tidak lebih dari ilusi. Kebahagiaan, cinta sejati, dan masa depan yg terlihat membuat saya seakan terbang, semakin menjauh dari bumi yang saya pijak. Lupa diri! Meninggalkan orang-orang yang saya sayang di bawah sana. Saya sendiri!

Awalnya memang hanya berjalan mengikuti arah si mimpi membawa saya. Namun sayangnya si mimpi terlihat semakin menjauh dan memburam [seperti saat saya melihat dunia tanpa kacamata]. Mimpi-mimpi itu terlalu indah dan menggoda untuk dibiarkan saja berlalu. Dan jadilah saya berlari. Berlari dan mencari arah lain [jalan alternatif supaya cepet ketemu si mimpi]. Ternyata jalannya susah. Saya terjatuh. Saya berdiri, menahan sakit dan berlari lagi. Saya tidak mau kehilangan si mimpi yang makin menjauh dan memburam. Terus berlari. Sampai saya sesak nafas dibuatnya. Tubuh saya seakan berteriak, “Saya tidak sanggup lagi!”. Dia menolak saya ajak berlari. “Saya lelah”, dia bersungguh-sungguh. “Berhentilah!”. Saya tidak tahan lagi. Lalu saya berhenti. Terduduk. Memeluk tubuh saya sendiri, menangisi luka-luka yang ternyata tidak sedikit ini, mencoba mengatur nafas yang tersengal-sengal, dan membiarkan si mimpi semakin menjauh dan memburam. Hilang.

Kemudian saya meyakinkan diri sendiri untuk tidak mau bermimpi lagi.
“Dya, mimpi itu hanya ilusi, semu, unreal. Membuat kamu lupa diri saja! Apa kamu masih mau berlari lagi? Lihat luka-lukamu itu! Sembuhkanlah dulu. Tubuhmu masih menolak kamu ajak berlari lagi. Masih terlalu lelah. Dia butuh istirahat. Kamu membutuhkannya utuk melanjutkan hidupmu.”

***

Dan disinilah saya sekarang.
Sampai detik ini, saya masih suka bermimpi.
Tapi saya tidak mau terbang [lagi].
Saya membutuhkan orang-orang yang sayangi, saya tidak mau sendiri [lagi].
Mereka yang membuat saya tetap berpijak di bumi ini.
Mengingatkan agar tidak lupa diri [lagi].

Saya bermimpi.
Tentang menikmati kebahagiaan, mensyukuri cinta, dan berusaha membuat masa depan.



Love Dya

1 komentar: