Selasa, 01 September 2009

Why SonnenBlume?


















Bertanya pada diri sendiri, kenapa saya memilih SonnenBlume untuk menamai blog ini.

Sebelum orang lain bertanya maka saya akan coba menjawabnya dulu [alih-alih memperkenalkan diri].


Jadi, kenapa SonnenBlume?


Pertama, karena sonnenblume itu nama lain sunflower. Dari beragam jenis bunga yang ada di bumi saya memang cuma jatuh hati sama si kuning, tinggi, besar yang setia ini [kayak cowok aja,hehe…]. Secara lahiriah, warnanya yang kuning terang itu eyecatching banget, batangnya yang tinggi membuat si bunga matahari tampak berbeda dibandingkan bunga-bunga lain, dan tentu saja biji-bijinya yang menonjol disana-sini bikin saya lupa diri [kwaci=cemilan sehat, murah meriah, dan awet. Cocok menemani malam-susah-tidur saya].


Kedua, kalo gitu kenapa nggak sunflower aja? Atau bunga matahari aja sekalian biar lebih Indonesia…maunya sih gitu, tapi menurut saya “sunflower” atau “bunga matahari” terlalu biasa, saya kan suka yang beda… Jadi, berbekal perasaan gak-mau-yang-biasa itu, saya iseng-iseng cari bahasa lain sunflower di online dictionary, dan diantara bahasa-bahasa asing itu saya menemukannya.”SonnenBlume". Whooaaa, saya langsung suka! “Sonnenblume” terdengar lovable, lucu, menggemaskan, dan menyenangkan… [seperti saya tentunya, hwehehe].


Ketiga, SonnenBlume itu bukanlah bunga biasa [tsah!sedikit minjem lirik lagunya Afgan]. Why? Dibalik penampilannya yang rupawan dan ceria itu, ternyata…more than 50 species of sunflowers has a dark side influenced by evolutionary science, archeology and military history. Jadi konon critanya, pada saat reaktor nuklir Russia meledak, bunga matahari membersihkan “sampah” nuklir tersebut hanya dalam waktu 10 hari saja! Sunflower akan giat menyerap zat radioaktif dari dalam tanah. Meski nantinya, si bunga juga tetap akan dibuang ke tempat khusus, tapi setidaknya akibat fatal yang dapat membunuh rakyat Russia dapat dikurangi. Satu hal lagi, bunga matahari menyapu zat radioaktif itu tanpa terkena penyakit apapun, walaupun bunga itu menjadi beracun. Bunga yang keren kan?!


Keempat, filosofinya dong… Dalam komik Salad Days, yang saya baca waktu jaman SMP, sunflower dapat bermakna, "Aku selalu memandangmu...". Sunflower juga dimaknai sebagai symbolic of adoration and loyalty, karena bunga matahari selalu menghadap matahari. Dan disinilah letak keindahannya, wherever light is, no matter how weak, sunflower will find it. And that’s such an admirable thing, mengajarkan saya tentang ketulusan yang sudah semakin langka untuk ditemui. Tapi dari much of the meanings of sunflower itu, bagi saya justru warna-bright-yellow-rays-of-sunshine-nya, which evoke my feelings of warmth and happiness.


Jadi, begitulah jawaban so subjective atas pertanyaan saya sendiri karena alih-alih ingin memperkenalkan diri. Hehe.


Selamat datang di SonnenBlume. Blog Saya. Cerita Saya.



Love Dya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar